PROGRAM KERJA SMUN 24 BANDUNG
TAHUN PELAJARAN 2008-2012
RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU
A. Pengantar
Era globalisasi dengan segala implikasinya menjadi salah satu pemicu
cepatnya perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan
bila tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengantisipasinya maka hal tersebut akan menjadi maslah yang sangat serius. Dalam
hal ini dunia pendidikan mempunyai tanggung jawab yang besar, terutama dalam
menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh sehingga mampu hidup selaras
didalam perubahan itu sendiri.
Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang
hasilnya tidak dapat dilihat dan dirasakan secara instan, sehingga sekolah
sebagai ujung tombak dilapangan harus memiliki arah pengembangan jangka panjang
dengan tahapan pencapaiannya yang jelas dan tetap mengakomodir tuntutan
permasalahan faktual kekinian yang ada di masyarakat.
Penunjukan sebagai salah satu sekolah sebagai rintisan sekolah kategori mandiri (SKM)
/ Sekolah Standar Nasional (SSN), harus memiliki program yang jelas dalam
memenuhi tuntutan Standar Nasional Pendidikan
Berdasarkan
hal tersebut, maka kami berupaya merumuskan dan memantapkan Visi, Misi dan
Program Pengembangan Sekolah untuk dipahami dan sepakati oleh seluruh komponen
sekolah, yang berorientasi pada tuntutan dan antisipasi era global dan
membangun karakter yang tetap mengakar pada budayanya, dengan harapan terwujud
pribadi-pribadi yang dapat eksis dalam jaman yang terus berubah, peka dan mau
berbuat terhadap permaslahan yang ada dan tetap memiliki jati diri.
B. V
i s i
Terwujudnya
sekolah yang mampu menghasilkan lulusan berwawasan imtaq, berbudaya lingkungan,
berakar budaya bangsa dan mampu HIDUP SELARAS di era globalisasi
C. Indikator
Visi
1. Unggul dalam aktivitas dan prestasi keagamaan.
2. Lingkungan sekolah berdayaguna dalam
mendukung proses belajar yang menyenangkan dan dalam pembinaan kepribadian.
3. Unggul dalam prestasi dan aktivitas
lingkungan hidup.
4. Unggul dalam pembinaan budaya daerah.
5.
Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik
D. M
i s i
1.
Melaksanakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan dengan
melibatkan seluruh komponen sekolah dan terintegrasi pada proses pembelajaran.
2.
Mengkondisikan sekolah sehingga kondusif dalam
mendukung pembinaan kepribadian dan keberhasilan proses belajar mengajar serta
mengembangkan program aksi lingkungan.
3.
Menumbuhkan penghayatan terhadap budaya daerah sehingga
menjadi salah satu sumber kearifan dalam berperilaku dan bermasyarakat.
4.
Menumbuhkan motivasi dalam pengembangan profesionalisme
dan semangat keunggulan melalui penanaman wawasan kemandirian dan peningkatan
kesejahteraan seluruh civitas akademika.
5.
Memberdayakan seluruh komponen sekolah dan
mengoptimalkan sumberdaya sekolah, dalam membantu siswa untuk dapat
mengembangkan diri secara optimal..
6. Mengembangkan Prestasi kolektif sekolah,
baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
E. PROGRAM
INTI SEKOLAH
Mengembangkan potensi
siswa untuk berkreasi dan berprestasi
yang didasari, keimanan, ketaqwaan, berbudaya lingkungan, serta kesadaran
berbangsa dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat sekolah, kualitas
pelayanan dan pembelajaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, pembinaan
kegiatan ekstra kurikuler, serta menumbuhkan citra diri.
F. PROGRAM
PENGEMBANGAN SEKOLAH
1.
Mewujudkan sekolah berwawasan IMTAQ (Keimanan dan
Ketaqwaan)
2.
Mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan
3.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa inggris
4. Meningkatkan pembelajaran dan implementasi
Teknologi Informatika
5.
Mengembangkan Budaya Daerah.
6. Merintis Sekolah Kategori Mandiri (SKM) /
Sekolah Standar Nasional (SSN)
G. PELAKSANAAN
PROGRAM INTI
1. Membangun Citra Diri
- Landasan
Rasional
·
Sejarah perkembangan sekolah
·
Kajian Otak dan Psikologi
- Menumbuhkan
Rasa Bangga Terhadap Almamater
·
Penataan sekolah
·
Menumbuhkan kepercayaan, pada siswa, bahwa
sekolah dikelola dengan baik
- Mengembangkan
Apresiasi Positif
·
Mengembangkan
media kreativitas dan aktualisasi siswa, yang bernuansa akademik
·
Memberikan penghargaan terhadap setiap
keberhasilan siswa
- Mengembangkan
Empati
·
Memperhatikan, memahami dan membantu mengatasi
permaslahan dan beban yang dihadapi
siswa, terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologis
·
Ada
ritme dalam proses pendidikan
Kelas X : - Ada penekanan pada upaya membangun
kepercayaan diri, motivasi
- Pendidikan dasar, sesuai dengan program
pengembangan sekolah.
Kelas XI : - Ada penekanan pada
upaya pembinaan terhadap kreativitas
dan aktualisasi diri siswa
-
Peningkatan Prestasi Akademik
Kelas XII : - Upaya keberhasilan
akademik menjadi prioritas utama
2.
Mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
a.
Pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), sesuai dengan Tuntutan, Kebutuhan dan Kemampuan Sekolah.
b.
Implementasi KTSP
1)
Penyusunan Silabus
2)
Penetapan SKBM
3)
Pengadaan Administrasi Pembelajaran
4)
Proses pembelajaran yang berorientasi pada upaya
membangun kompetensi siswa.
5)
Penyelenggaraan Evaluasi yang berorientasi pada
assessment test.
6) Mengoptimalkan pelaksanaan remedial, untuk
mencapai ketuntasan belajar siswa.
3. Meningkatkan Kualitas Proses Belajar
Mengajar
a. Metodologi
Menyelenggarakan proses
pembelaran dengan penekanan pada:
-
Proses Pembelajaran Yang Menyenangkan
-
Kontekstual Teaching and Learning
-
Bervariasi
-
Kolaboratif Learning
b. Sumber
Pembelajaran
Meningkatkan penyediaan sumber pelajaran, terdiri
dari :
-
Buku Pegangan Siswa dan Referensi.
-
CD Pembelajaran
-
Fasilitas Internet
-
Majalah
-
Koran
c. Media
Pembelajaran
-
Melengkapi
alat dan bahan praktikum IPA, IPS, Bahasa dan Informatika.
-
Pengadaan Komputer untuk setiap Lab. Dan Perpustakaan
yang terkoneksi dengan internet.
-
Melengkapi
sarana pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran,
d.
Mengembangkan
Piloting Kelas Berbasis TIK
e.
Meningkatkan
kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional dan SPMB, meliputi :
-
Penyelenggaraan
Program Responsi pada semester 5
-
Pemantapan Intensif, pada semester 6.
4.
KESISWAAN
Pembinaan kesiswaan senatiasa berorientasi sebagai media kreatifitas, media aktualisasi, serta merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter siswa.
- Mengembangkan pembinaan OSIS sebagai
wahana pengembangan dan aktualisasi diri
- Mengoptimalkan pembinaan Eskul yang
sudah ada, meliputi :
-
DKM
-
PMR
-
KAPELA
-
PRAMUKA
-
PASKIBRA
-
OLAHRAGA PRESTASI
- Menyelenggarakan
Eskul Berbasis Mata Pelajaran (KPMP)
-
KPMP Matematika -
KPMP IPS
-
KPMP Fisika -
KPMP Informatika
-
KPMP animasi - KPMP Bahasa Jepang
-
KPMP Kimia
-
KPMP Biologi
- Menumbuhkan
kreativitas dan aktualisasi siswa melalui :
-
Lomba dibidang Akademik (Olimpiade dan Cerdas Cermat)
-
Lomba dibidang Olah Raga
-
Lomba dibidang Seni dan Budaya
-
Lomba dibidang Keagamaan
- Membangun
kepribadian dan budi pekerti siswa, melalui upaya pembinaan,
pengkondisian dan pembiasan, meliputi :
-
Seluruh
siswa melaksankan dan mematuhi tata tertib sekolah.
-
Membiasakan Hidup bersih dan mencintai lingkungan
-
Membiasakan siswa menjungjung tinggi nilai-nilai luhur
yang universal, diantaranya
Kejujuran, kedisiplinan, santun dan empati.
- Optimalisasi
Layanan BK, meliputi :
-
Bantuan terhadap siswa yang memiliki kesulitan belajar.
-
Menyelenggarakan Psikotest
-
Mengarahkan
siswa sesuai dengan bakat dan potensinya.
5.
PERSONAL
- Meningkatkan Kemampuan
Profesionalisme Guru, melalui :
-
Kegiatan
MGMP Tingkat Sekolah, Wilayah ataupun Kota
-
Mengikut
sertakan guru dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai
instansi terkait.
-
Meningkatkan
kesejahteraan guru dan karyawan, melalui :
-
Pengembangan
hubungan kolegial fungsional tenaga edukatif maupun non edukatif.
-
Mengaprisiasi dan memberikan reward baik moril maupun
materil.
6.
SARANA DAN PRASARANA
a. Mengkondisikan
lingkungan sekolah tetap bersih dan asri.
b.
Mengkondisikan
Ruang Belajar Siswa tetap Bersih dan Asri
c.
Memelihara
Gedung dan Sarana Sekolah untuk tetap optimal baik dalam penampilan ataupun
fungsi
d.
Memperbaiki
atau mengganti bagian-bagian gedung yang rusak, untuk tetap dapat berfungsi
secara optimal.
e.
Mambangun
Ruang Belajar Sebanyak 8 Ruangan, Untuk menjadi 24 Ruang.
7.
HUBUNGAN MASYARAKAT.
a.
Menciptakan
karakteristik kultur mutu sekolah melalui :
-
Transparan dan
memiliki akuntabilitas
-
Pengambilan keputusan partisipatif
-
Responsif terhadap kebutuhan
b.
Membangun
komitmen seluruh civitas akademika, selaras dengan upaya pengembangan sekolah.
c.
Mengembangkan
berbagai aktivitas yang mengakomodasi dan memberi kontribusi terhadap
lingkungan sekolah.
d.
Membangun
opini positif dari masyarakat melalui pelayanan prima.
e. Meningkatkan
kontribusi masyarakat dan stakeholder sekolah
H. PELAKSANAAN PROGRAM
PENGEMBANGAN SEKOLAH
1.
Mewujudkan
sekolah berwawasan imtaq (Keimanan dan Ketaqwaan)
- Rasional
Membanjirnya informasi dunia sebagai salah satu
konsekwensi era global tidak selalu menguntungkan, bahkan yang berkaitan dengan
moral cenderung dapat mengganggu tatanan sosial yang sudah terbangun akibat
terlanggarnya nilai-nlai kehidupan yang dilandasi agama oleh berbagai informasi
bebas yang sepintas tampak lebing menyenangkan.
Kemerosotan
dalam berbagai aspek kehidupan yang terjadi di Indonesia, salah satunya bermuara
pada terlepasnya nilai-nilai general sesuai tuntunan agama dari pola perilaku
banyak masyarakat, sehingga terjadi banyak penyimpangan yang pada gilirannya
nanti menimbulkan kesengsaraan masyarakat banyak.
Berdasarkan hal tersebut, kami sebagai bangsa beragama, berupaya
menjadikan agama sebagai tuntunan utama dalam membangun moral peserta didik
sehingga mampu membentengi berbagai pengaruh negatif, dan sebagai upaya
meningkatkan kecerdasan spiritual yang diharapkan dapat meningkatkan
keberhasilan belajar siswa
- Pelaksanaan Program
1)
Pengembangan Infra Struktur
§
Melengkapi
Sarana Ibadah, secara terus menerus sesuai perkembangan kebutuhan
§
Melengkapi
Sarana Kreativitas siswa., secara terus menerus sesuai perkembangan kebutuhan
2) Pengkondisian sekolah sehingga kondusif
untuk pembinaan IMTAQ
§
Setiap awal pelajaran seluruh siswa membaca
Qur’an selama 5 menit.
§
Pada hari senin, jum’at dan waktu pelajaran
agama, seluruh siswi berpakaian muslim.
§
Penataan
Ruang Belajar, ada nuansa keagamaan
3) Pemberdayaan guru agama dalam pembinaan
Imtaq dengan ditunjang Oleh Buku Kompetensi Keagamaan
§
Setiap
guru agama memiliki kelas binaan IMTAQ
§
Rekrutmen
tenaga khusus, yang dibiaya komite sekolah, yang khusus menangani kompetensi
keagamaan siswa
4)
Pengembangan Kreativitas Siswa
§
Penyelenggaraan
peringatan hari besar keagamaan dengan berbagai aktivitas pendidikan keagamaan.
2.
Mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan
a.
Rasional
Isu
permaslahan lingkungan hidup yang mendunia, secara faktual sudah kami rasakan
dengan berbagai kejadian seperti Banjir, longsor, pencemaran air dan lain-lain.
Permasalahan ini timbul akibat dari
kurangnya pemahaman, kesadaran dan kebiasaan perilaku masyarakat. Oleh karena
itu kami kembangkan sekolah berbudaya lingkungan sebagai upaya membangun
kepribadian siswa yang peduli terhadap keberadaan dan permasalahan lingkungan
hidup melalui pengembangan wawasan, pembiasaan dan aksi nyata.
b.
Pelaksanaan Program
1)
Memberdayakan seluruh komponen sekolah dalam menata dan
memelihara kebersihan dan keasrian sekolah.
2) Mengoptimalkan peran organisasi kelas dalam
menata dan memelihara kebersihan dan keasrian kelas.
3) Memberdayakan siswa dalam berbagai
aktivitas yang bertemakan lingkungan hidup
§
Menyelenggarakan
kajian akademik tentang lingkungan hidup
§
Aksi Nyata penanganan lingkungan hidup
§
Memiliki lahan binaan
§
Menyelenggarakan/ikut
serta berbagai lomba yang bertemakan lingkungan hidup.
§
Membentuk Kelompok siswa pencinta lingkungan
hidup.
4)
Mengoptimalkan sarana dan penanganan sampah.
5) Meningkatkan kontribusi guru dalam dalam
penanganan kebersihan dan keasrian kelas, melalui penilaian harian yang
terintegrasi pada buku agenda kelas.
6)
Membangun sekretariat KPMP
3. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris
a.
Rasional
Pengembangan sekolah
dengan berorientasi pada peningkatan mutu, harus memiliki acuan yang jelas terutama yang
berkaitan dengan manajemen dan proses pembelajaran, tidak hanya sekedar nilai
hasi Ujian Nasional ataupun prosentase siswa yang diterima di Perguruan Tinggi
Negeri.
Era global dan segala
permasalahannya tidak bisa dihindari oleh siapapun, sebagai salah satu upaya
untuk dapat menjadikannya sebagai peluang dan mengambil peran di dalamnya
melalui penguasaan terhadap bahasa international, yaitu bahasa inggris, untuk
itu kami berupaya memacu seluruh komponen sekolah terutama siswa agar dapat
menguasai bahasa inggris melalui berbagai program.
Berdasarkan pemikiran di
atas salah satu upaya pengembangan program pembelajaran Bahasa Inggris
sedemikian sehingga kemampuan siswa dalam Bahasa Inggris menjadi salah satu Prestasi
Kolektif sekolah
b.
Pelaksanaan Program
1)
Pengembangan Infra Struktur
§
Mengembangkan
Lab Bahasa sehingga menjadi berbasis Komputer
2)
Pembelajaran
§
Intra
Kurikuler, sesuai dengan tuntutan kurikulum nasional.
-
Sesuai dengan tuntutan kurikulum.
-
Program
Pengembangan, dengan melaksanakan Program TOEIC dan Persiapan TOEFL.
§
Ekstra
Kurikuler, melalui pembinaan KPMP Bahasa Inggris dengan nama “24 EC” (24
English Club”), dengan aktivitas :
-
Pembinaan Rutin.
-
Mengikuti berbagai lomba.
-
Mengikuti berbagai project international, melalui
Internet.
-
Menghadirkan “Native Speakers”
-
Merintis
program City Sister dengan sekolah di luar Negeri.
-
Mengintensifkan
Lomba B. Inggris antar kelas secara terus menerus
§
Pembelajaran Guru meliputi :
-
Conversation, persiapan “English Day” untuk semua guru
dan karyawan.
-
Mengikutsertakan guru dalam berbagai pelatihan.
-
Sertifikasi TOEIC dan TOEFL, untuk guru-guru B.
Inggris.
4. Merintis Pengembangan Pembelajaran dan
Pemanfaatan ICT.
a. Rasional
Perkembangan teknologi informatika (ICT) begitu
cepat dan aplikasinya begitu luas dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga
penguasaan dan pemanfaatannya sudah merupakan suatu keharusan. Dalam hal ini,
kami berupaya untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai upaya nyata,
sehingga siswa-siswa kami tetap dapat hidup selaras dengan tuntutan yang tumbuh
pada jamannya.
a.
Pelaksanaan Program
1)
Pengembangan Infra Struktur
§
Melengkapi Lab. Komputer, meliputi :
-
Server
-
Stabilisator : 10.000 Watt
-
Penambahan
Daya Energi Listrik : 7700 Watt.
-
Up Grade 20 unit computer P3 untuk setara dengan P4
§
Pengadaan Komputer untuk Perpustakaan, R. Guru,
Lab. Bahasa, R. Kepala Sekolah dan R. TU
§
Membangun jaringan (LAN) Lab. Komputer, Lab.
Bahasa, Perpustakaan, R. Kepala Sekolah, dan R. TU.
§
Terkoneksi jaringan internet, 24 jam.
2)
Pembelajaran
§
Siswa
-
Intra
Kurikuler : Ofice, Disain Grafis, Internet
-
Ekstra
Kurikuler (KPMP Informatika), dengan aktivitas pelatihan rutin; merancang,
membangun dan memelihara LAN; merancang,
membuat dan memelihara WEB; membuat sofware aplikasi untuk sekolah; mengikuti
berbagai lomba.
-
Materi Pelatihan KPMP Informatika meliputi
: Pemograman dan Aplikasi.
§
Guru
-
Pelatihan Ofice, Power Poin dan Internet, untuk
internal SMAN 24 Bandung
3)
Memperluas Aplikasi Teknologi ICT
§
Pengembangan e-library
§
Absensi dengan sistem Barcode
§
Pengembangan Digital Library
4)
Optimalisasi Web Site
§
Sebagai media aktualisasi siswa
§
Media Informasi Sekolah
§
Media Pembelajaran
5)
Implementasi ICT dalam Proses Pembelajaran
§
Memanfaatkan CD pembelajran interaktif
§
Memanfaatkan Internet sebagai salah satu sumber
pembelajaran, melalui penugasan atau bentuk lain.
5.
Mengembangkan budaya daerah
a.
Rasional
Budaya merupakan kekayaan
nurani seseorang atau masyarakat yang menjadi salah satu sumber kearifan dalam
berperilaku ataupun dalam merespon berbagai stimulus, sehingga kami berupaya
mengembangkan budaya daerah sebagai salah satu langkah untuk membina
kepribadian siswa yang berkarakter dan tidak lepas dari nilai-nilai budayanya sendiri.
b.
Pelaksanaan Program
1)
Pengembangan sarana dan prasarana
§
Pembangunan Padepokan Seni dan Budaya
§
Pengadaan alat-alat kesenian daerah
2)
Mengintensifkan pembinaan budaya daerah
§
Mengintensifkan pembinaan Budaya Daerah
3) Memfasilitasi aktualisasi siswa yang
berkaitan dengan budaya daerah.
4)
Pengembangan Lab. IPS.
6. Merintis Sekolah Kategori Mandiri (SKM)
Rintisan sekolah kategori
mandiri (SKM), walaupun pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk
mendorong setiap sekolah sehingga mampu memenuhi Standar Nasional Pendidikan,
namun demikian sekolah harus memiliki inisiatif dan kemandirian untuk terus
mengembangkan berbagai program sesuai dengan tuntutan SNP, yaitu meliputi :
a. Pemenuhan Standar Isi
b. Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
c. Pemenuhan Standar Proses
d. Pemenuhan Standar Pengelolaan
e. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
f.
Pemenuhan
Standar Sarana dan Prasarana
g. Pemenuhan Standar Keuangan
h. Pemenuhan Standar Evaluasi